Materi Kewirausahaan Kelas XII ( BAB III )

on Monday, May 21, 2012

download materri BAB III  DISINI




MENGEVALUASI DAN MENGEMBANGKAN USAHA

A.   STRUKTUR KEKAYAAN DAN FINANSIAL
1.  Struktur kekayaan
Struktur kekayaan adalah perimbangan antara aktiva lancar dengan aktiva tetap,   baik   secara absolute maupun relative.
2.  Struktur Finansial
  Struktur financial adalah yang menunjukan bagaimana aktiva-aktiva perusahaan dibelanjai, yaitu menyangkut semua sumber pembelanjaan, yang tercemin dalam keseluruhan pasiva neraca (keseluruhan modal sendiri), Struktur finansial pada hakikat nya menunjukan perimbangan antara modal asing dan jumlah modal sendiri.
3.     Struktur modal
 Struktur modal menyangkut perimbangan absolute dan relative antara utang jangka panjang dan modal sendiri.

B.     LIKUIDITAS



Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat ditagih. Kemampuan membayar atas kewajiban jangka pendek sangat tergantung dari alat pembayaran likuid  (cair) yang dimiliki perusahaan.
Besarnya perbandingan atau ratio terbaik antara aktiva lancar dengan utang lancar adalah sekitar 2:1. Namun demikian angka tersebut tidaklah mutlak ,besar ratio dapat ditentukan sesuai jenis usaha dan kebijakan keuangan masing-masing.
Rumus pengukuran atau penganalisaan likuiditas :
1.  Current Ratio (rumus ratio lancar)
Current Ratio = Aktiva lancar
                            Utang lancar
  
                                                                                                    
Rumus ratio lancar digunakan untuk mengetahui kemampuan membayar utang lancar dengan aktiva lancar.
2.  Cash Ratio (rumus ratio kas)
Cash Ratio (Ratio Of immediately Solvency) = Kas+Efek
                                                                  Utang Lancar
Rumus ratio kas (cash ratio) digunakan untuk mengukur kemampuan membayar kewajiban yang segera harus dipenuhi dengan kas yang tersedia dan efek yang dapat diuangkan.

3.  Acid Test Ratio/quick Ratio
Acid test ratio disebut quick ratio yaitu perbandingan antara aktiva lancar (persediaan) dengan utang lancar. Ratio tersebut digunakan untuk mengukur kemampuan membayar kewajiban-kewajiban dengan tidak memperhitungkan persedian.
Jika current ratio tinggi tapi quick rationya rendah berarti ada investasi yang sangat besar dalam persediaan .

4.  Working Capital To Total Assets 
rumus ratio modal kerja pada total aktiva.
Working Capital To Total Assets Aktiva Lancar-Utang Lancar
                                                                                   Jumlah Aktiva
Rumus ratio modal kerja dengan total aktiva ratio digunakan untuk mengukur likuiditas dari total aktiva dan posisi modal kerja neto


C.     SOLVABILITAS

Solvabilitas suatu perusahaan adalah kemampuan perusahaan untuk membayar utang dalam  jangka pendek dan jangka panjang pada saat perusahaan dilikuidasikan atau dibubarkan.
                        Dalam literature Anglosaxon, solvabilits sering disebut sebagai actual solvency, Sedangkan perhitungan solvabilitas, akitiva tidak terwujud ( intangible assets ) tidak ikut diperhitungkan.
                        Rumus perhitungan solvabilitas.
Solvabilitas = Total aktiva
                        Total utang


D.    RENTABILITAS atau PROFIBILITAS

1.      Pengertian Rentabilitas
Rentabilitas/Profibilitas perusahaan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba dari sejumlah dana yang diinvestasikan untuk periode atau jangka waktu tertentu.

2.      Mengukur Rentabilitas (Ratio Rentabilitas)

L
M                 100%
Pada dasarnya rentabilitas perusahaan dapat diukur dengan memperbandingkan laba dengan modal (aktiva yang digunakan) yang dapat digambarkan dengan rumus sebagai berikut :
Keterangan :
1.      L = Jumlah laba yang diperoleh dalam suatu periode
2.      M= modal atau aktiva yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut
Cara yang digunakan untuk menilai rentabilitas ada 2 yaitu, rentibilitas ekonomi dan rentabilitas modal sendiri
a.       Rentabilitas ekonomi.
Rentabilitas ekonomi adalah perbandingan antar laba usaha dengan modal sendiri dan modal asing yang digunakan untuk menghasilkan laba tersebut. Rentabilitas ekonomi dinyatakan dalam prosentase. Tingkat rentabilitas ekonomi seringkali digunakan sebagai alat untuk mengukur efisiensi pengukuran modal.

b.      Rentabilitas modal sendiri
Rentabilitas modal sendiri atau disebut juga rentabilitas usaha adalah perbandingan antara jumlah laba yang tersedia bagi pemilik modal sendiri dengan jumlah modal sendiri yang menghasilkan laba.
3. Cara pengukuran rentabilitas atau profabilitas
            1. marjin laba kotor
Ratio marjin laba kotor digunakan untuk mengukur keuntungan atau laba kotor dari setiap penjualan. Rumusnya sebagai berikut..
Penjualan neto – harga pokok penjualan x 100%
Penjualan neto

2. marjin laba operasi
Ratio marjin laba operasi digunakan untuk mengukur laba operasi sebelum bunga dan pajak yang dihasilkan oleh setiap rupiah penjualan. Rumusnya sebagai berikut..
Penjualan neto – harga pokok penjualan x 100%
Penjualan neto

3. marjin laba neto
Ratio marjin laba neto atau marjin penjualan digunakan untuk mengukur keuntungan atau laba neto per rupiah penjualan. Rumusnya sebagai berikut.
Keuntungan neto sesudah pajak x 100%
Penjualan neto

4. kemampuan memperoleh laba dari total investasi
Ratio perolehan laba dari total investasi digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva, untuk menghasilkan keuntungan bagi semua investor. Rumusnya sebagai berikut
Keuntungan sebelum bunga dan pajak x 100%
Jumlah aktiva

5.kemampuan memperoleh laba neto dari total investasi
Ratio perolehan laba neto dari total investasi digunakan untuk mengukur kemampuan dari modal yang diinvestasikan dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan keuntungan atau laba neto. Rumusnya sebsgsi berikut..
Keuntungan neto sesudah pajak x 100%
Jumlah aktiva


E.         TEKNIK MENYUSUN LAPORAN
  1 . analisis laporan pelaksanaan kegiatan usaha
analisis pelaksanaan kegiatan usaha perlu dibuat dan disusun secara sistematis dan secermat mungkin, serta logis. Laporan kegiatan usaha adalah penyampaian informasi sehingga akan tercipta komunikasi antara yang melaporkan dengan pihak yang diberi laporan. Laporan kegiatan hendaknya bersifat komunikatif, jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak.
Pada dasarnya yang perlu dianalis dala pelaksanaan kegiatan usaha adalah sebagai berikut,,
bidang usaha
rugi atau laba
bidang keuangan
bidang permodalan
bidang administrasi dan pembukuan
bidang ketenagakerjaan
bidang pemasaran
bidang organisasi
           
2 analisis laporan keuangan
Analisis laporan keuangan adalah evaluasi atau penafsiran neraca dan daftar perubahan posisi keuangan perusahaan. Analisis laporan keuangan selalu berhubungan dengan neraca , rugi atau laba dan perubahan modal perusahaan. Analisis laporan keuangan pada hakikatnya adalah untuk mengadakan penilaian atas keadaan keuangan perusahaan.
a.       Dasar analisis laporan keuangan
Adapun yang menjadi dasr analisis dalam laporan keuangan adalah sebagai berikut:
1.      Keadaan uang jangka pendek
2.      Keadaan keuangan jangka panjang
3.      Hasil usaha perusahaan
b.      Kegunaan hasil analisis keuangan
Hasil analisis keuangan berguna bagi pihak-pihak berikut :
1.      Para pemilik perusahaan
2.       
3.      Manajer perusahaan
4.      Investor, bankers dan kreditor
5.      Pemerintah
6.      Kayawan

F. MENYUSUN RENCANA PENGEMBANGAN USAHA
1. Pengembangan Kegiatan Usaha
Komunikasi adalah suatu proses penyampaian dan penerimaan pernyataan informasi dari seseorang atau badan usaha kepada orang atau badan usaha lainnya. Komunikasi antar badan usaha perlu ditingkatkan terutama dengan rekanan, langganan bahkan dengan saingan.
Peningkatan antarbadan usaha dapat dilakukan secara formal dan nonformal.
Meningkatkan komunikasi secara formal adalah sebagai berikut:
  1. seminar- seminar dalam bisnis
  2. Penataan-penataan yang berhubungan dengan bisnis
  3. Pelatihan-pelatihan dalam bisnis

Meningkatkan komunikasi secara nonformal adalah sebagai berikut:
  1. Obrolan bisnis pada waktu diadakan resepsi pernikahan, perpisahaan dan lain sebagainya.
  2. Adanya kekeluargaan yang diteruskan dengan bisnis
  3. Negoisasi dalam bisnis

              Negoisasi merupakan ujung tombak bagi keberhasilan dalam berbisnis. Beberapa                       taktik bernegosiasi  yang perlu dipelajari dan dikembangkan adalah sebagai berikut :
  • Memberi pilihan
  • Lelang
  • Menipu
  • Kalah untuk menang
  • Pura-pura tidak cocok
  • “ya atau tidak”
  • Pura-pura batal
  • Kami yang terhebat
  • Batas waktu
  • Menambah ekstra
  • Lambungkan bola rendah
  • Membuka kartu lawan bisnis
  • Lebih serius
  • Pot besar
  • persediaan terbatas
  • Uang tipuan
  • Lihat saja catatan
  • Bersabar
  • Tekanan terus-menerus
  • Menggigit sedikit demi sedikit.

2. Faktor-Faktor Pendukung Dan Penghambat Kegiatan Usaha
  a. faktor pendukung kegiatan usaha
  • faktor manusia
  • faktor permodalan
  • faktor keuangan
  • faktor organisasi
  • menurut sumbernya (modal sendiri dan asing )
  • menurut lama penggunaannya ( modal pasif jangka pendek dann modal pasif jangka panjang )
  • faktor perencanaan
  • faktor mengatur bisnis
  • faktor pajak dan asuransi
  • faktor fasilitas pemerintah

catatan bisnis
a.       Faktor Penghambat Kegiatan Usaha
  • Pada dasarnya faktor penghambat kegiatan usaha adalah sebagai berikut :
  • Kurangnya pengalaman didunia usaha
  • Tidak tepat atau tidak cocok memilih usaha
  • Tidak adanya perencanaan usaha yang tepat
  • Keuangan atau permodalan usaha yang kurang sekali
  • Tidak adanya dukungan dari pemerintah daerah
  • Tidak mempunyai semangat kewirausahaan

b.      Menganalisis peluang yang ada



  • Adapun yang menjadi modal untuk meraih kesuksesan diantaranya adalah sebagai berikut :
  • Pola berpikir yang mengarah kepada sikap dan kemauan untuk sukses
  • Kepribadian uang kuat untuk sukses
  • Kecakapan didalam usaha atau mengelola usaha
  • Menerapkan manajemen yang baik
  • Berani memikul segala resiko dalam bisnis

0 comments:

Post a Comment